Asset Class: Stock/ Saham (Part 4)

Waktu baca: 15 sampai 20 menit.

Sekarang marilah kita membahas berbagai tipe saham

Pertama berdasarkan ketahanan terhadap siklus ekonomi. Ada dua tipe:

1. Non Cyclical Stock(Defensive stocks )

Defensive stocks ini adalah kategori saham yang relatif lebih stabil untuk segala macam cuaca. Lebih tahan banting kalau lagi resesi, karena perusahaan perusahaan di industri ini memproduksi atau menjual produk produk konsumsi sehari hari yang konsumer selalu membutuhkan. Seperti makanan, minuman , odol, sabun, alat alat kesehatan. Karena siapa yang tidak butuh odol walaupun lagi resesi atau krisis moneter. Kalau mereka sakit tetap mesti ke dokter.

Saat ekoomi lagi sulit, saham saham industri yang non cyclical atau defensive ini performa nya lebih baik daripada saham saham industry yang cyclical.

Saham saham perusahaan itu contohnya Coca Cola, Johnson & Johnson, Colgate, P&G.

Karena saking stabilnya kadang kadang saham ini lumayan boring tapi bagus untuk dimiliki karena stabilitas harganya, kalaupun turun juga turunnya tidak sebanyak saham cyclical.

2. Cyclical stocks

Cyclical Stocks ini adalah kategori saham yang lebih fluktuatif, dan sangat bergantung pada situasi dan siklus ekonomi pada saat itu. kalau ekonomi lagi booming , orang orang pada membeli produk produk yang diproduksi dan dijual oleh perusahaan di industri ini, yang menyebabkan keuntungan perusahaan naik dan sahamnya juga ikutan naik dan kenaikan sahamnya melebihi sahan saham defensive.

Tapi hal sebaliknya juga berlaku saaat ekonomi lagi resesi, orang orang lebih menyimpan uang mereka atau membeli barang barang keperluan sehari hari daripada barang barang yang termasuk dalam kategori barang mewah, jadi pendapatan dan keuntungan perusahaan cyclical ini cenderung menurun dan sahamnya juga pada akhirnya akan turun lebih besar daripada penurunan saham defensive.

Saham saham cyclical ini seperti saham perusahaan otomotif (Ford, Ferrari), barang barang mewah (LV), perhiasan, jam tangan, handphone(APPLE), jasa travel, airlines (Singapore Airlines, AAL), tempat nongki (STARBUCKS) dsbnya.

Value Stock vs Growth Stock

Stock bisa dibagi menjadi dua berdasarkan seberapa cepat perusahaan itu untuk menaikan keuntungan mereka dari tahun ke tahun.

1.Growth Stock

Seperti namanya , growth stock ini adalah stock perusahaan yang perkembangan pendapatannya (revenue) bukan keuntungan(profit atau earning) naik dengan pesat dari tahun ke tahun, sehingga harga sahamnya juga naik dengan cepat dibanding dengan saham saham lainnya.

Growth stock biasanya banyak dari perusahaan perusahaan di bidang teknologi terutama teknologi yang sedang in seperti Amazon, Facebook, Shopify, Tesla dan lain lainnya.

Biasanya growth stock harga stocknya lebih mahal jika dilihat dari Price / Earning Ratio , Ratio harga saham dibanding keuntungan per saham, ini karena investor yakin perusahaan ini ke depannya bakal mendapatkan untung berlipat lipat dari waktu sekarang karena perusahaan itu masih berkembang.

Karena perusahaan ini masih berkembang , biasanya perusahaan dalam kategori growth stock ini tidak membagikan dividen karena semua keuntungannya ditahan untuk diputar lagi di bisnis mereka supaya lebih cepat berkembang, dan juga walapun mereka pendapatan nya berkembang cepat tapi banyak yang masih merugi karena mereka banyak pengeluaran terutama di bagian Research & Development – R&D. Seperti Tesla sudah lebih dari satu dekade masih merugi hanya beberapa kuartal terakhir mendapatkan keuntungan,

Biasanya perusahaan berkembang ini lebih risky karena kita ga tahu pendapatannya bisa berkembang sampai kapan dan kapan mereka mulai untung. Biasanya growth stock investor lebih ke mereka yang fokus untuk mendapatkan keuntungan modal bukan dividen.

2. Value Stock

Berlawanan dengan Growth Stock , Value stock adalah stock dari perusahaan yang pertumbuhan pendapatan dan keuntungan relatif lebih lambat dari Growth stock tapi konsisten dari tahun ke tahun atau dari dekade ke dekade. Perusahaan value stock ini biasanya sudah sangat besar ukurannya jadi mereka susah berkembang, jadi biasanya mereka membagikan keuntungannya ke investor sebagai dividend (tidak banyak keuntungan yang ditahan untuk diputar di bisnis mereka – dividend payout ratio nya besar ) .

Karena pertumbuhan pendapatan (sales atau revenue) nya cukup lamban dan keuntungannya konsisten dan stabil , maka biasanya perusahaan ini Price / Earning rationya kecil (dibawah 10 – 15 an) . contohnya IBM , Citibank, dan perusahaan perbankan di US dan di Singapura (DBS, OCBC, UOB)

Biasanya Value stock investor mereka yang lebih fokus mendapatkan dividend dari tahun ke tahun daripada keuntungan modal.

Perusahaan yang awalnya growth stock lama lama setelah menjadi besar akan berevolusi menjadi Value Stock karena pertambahan pendapatan dan keuntungan mereka tidak secepat waktu mereka masih perusahaan kecil contohnya Apple dari P/E sekitar ratusan , sekarang sekitar 20 an .

Cara cara menganalisa saham

Ada 2 ajaran ada atau dua kubu yang berbeda dalam menganalisa saham. Masing masing mengakui kubu merekalah yang paling baik. tapi ada baiknya menggabungkan dua analisa ini untuk hasil yang lebih optimum.

1. Fundamental Analysis.

Fundamental Analysis adalah analisa saham yang menitikberatkan pada faktor ekonomi makro, industri sektor , dan juga detil analisa perusahaan termasuk laporan keuangan perusahaan serta manajemen perusahaan itu sendiri. konsep dari fundamental analisis ini adalah menemukan perusahaan yang kuat balance sheetnya, untungnya stabil dan konsisten atau naik terus , trend industrinya lagi naik , managementnya bagus , baru membeli saham itu seperti yang saya diskusikan dalam part 1.

2. Technical Analisis

Technical Analisis adalah metode analisa saham dengan menggunakan grafik harga harga saham saat ini dan masa yang lampau, dengan rentang waktu tertentu , bisa dalam jam, hari, minggu , bulan , atau tahunan. Konsepnya adalah sejarah akan terulang kembali, jadi trend harga saham akan berulang, jadi kita menggunakan grafik harga harga di masa lalu untuk memprediksi harga harga saham yang akan datang.

S&P 500 Index Chart

Seperti saya sebutkan diatas , kalau ada baiknya menggabungkan dua konsep atau ajaran itu untuk hasil yang lebih optimum karena fundamental analisis untuk memilih saham mana yang bagus untuk dibeli dan apakah harganya dibawah fair value atau nilai intrinsik atau relatif lebih murah dibanding kompetitor mereka di industri yang sama.

Sedangkan technical analisis itu untuk patokan timing kapan saat yang tepat membeli saham yang sudah kita pilih atau shortlist, jangan sampai kita melawan arus momentum, momentumnya lagi turun, kita beli , jadi kita harus menunggu waktu yang lama untuk harga nya kembali ke harga beli kita untuk balik modal dan dapat untung.

Saya sendiri adalah penganut Fundamental Analisis karena background saya dari Chartered Financial Analyst atau CFA, jadi lebih banyak belajar mengenai ekonomi makro dan analisa keuangan perusahaan sebelum membeli saham. Sekarang saya lagi belajar mengenai Technical Analisis untuk melengkapi ilmu saya.
Sekian dulu dari saya. Mungkin part 4 ini adalah terakhir untuk saham kecuali ada tambahan yang saya kepikiran.

Asset Class: Stock/ Saham (Part 3)

Waktu baca: 10- 15 menit

Hari ini kita lanjutkan pembicaraan kita tentang saham, terutama cara bagaimana melihat atau mencari informasi tentang saham, dan informasi apa saja yang tertera di situ

Kita bisa melihat informasi detail mengenai saham kita di website website atau apps di handphone di bawah ini:

  1. Yahoo Finance (website & phone app)
  2. Bloomberg (website & phone app)
  3. Investing.com (website & phone app)
  4. Reuters (website & phone app)
  5. Morningstar(website)
  6. Msn Money (website & phone app)

Sekarang marilah kita meluncur ke Yahoo Finance website sebagai salah satu website untuk melihat informasi tentang suatu perusahaan yang menjual sahamnya di bursa saham tertentu. basicnya sama untuk website website yang lain, mungkin beda tampilan atau parameter yang ditampilkan.

di kolom search masukkan nama perusahaan yang mau kita cari misalnya Apple

mari kita bahas satu satu apa sih komponen itu.

APPL itu nama ticker atau simbol di bursa saham terutama di US stock exchange, biasanya bervariasi dalam jumlah huruf, 1 huruf C (Citibank) V (Visa) , dua huruf GS (Goldman Sach) , 3 huruf JP Morgan (JPM) , 4 huruf APPL (Apple), Microsoft (MSFT).

Kalau di bursa saham lainnya terdiri dari huruf dan angka dan dibelakangnya ada titik diikuti dengan singkatan negara itu seperti di Singapore Exchange , Singtel tickernya Z74.SI , Si disini adalah singkatan dari Singapore.

Begitu juga Bank Central Asia , tickernya BBCA.JK , JK disini singkatan dari Jakarta.

kita balik ke Apple deh karena BCA angkanya banyak, susah ditulis dan dibaca.

This image has an empty alt attribute; its file name is image.png

Nasdaq : stock exchange dimana Apple ini listed.

335.90 at close : Harga saham saat bursa saham ditutup hari itu

-16.94 (-4.80%) : angka negatif dan merah berarti dia turun 16.94 point dari harga penutupan hari sebelumnya dengan presentase turun sebesar 4.80 %. . Karena pasar modal ini mengikuti prinsip ekonomi demand dan supply , kalau turun berarti lebih banyak penjual daripada pembeli.

340.73 +4.83 (+1.44%) : ini harga setelah penutupan market, dimana jual beli saham berlangsung di Electronic Communication Network (ECN) bukan di pasar saham traditional) . Warna hijau dan positif berarti harganya naik 4.83 point terhadap harga penutupan hari itu (335.90) persentase kenaikan 1.44%.

Previous Close : Harga saham penutupan hari sebelumnya 352.84 (vs hari ini 335.90)

Open: Harga disaat pasar dibuka

Bid : harga dimana pembeli menawar dari penjual saham untuk saham tersebut

Ask: harga dimana penjual menjual sahamnya

Day’s Range : Harga kisaran stock hari itu , di sebelah kiri menunjukan harga paling redah dan sebelah kanan adalah harga paling tinggi.

52 weeks’ range : Harga stock dalam 52 minggu terakhir, di sebelah kiri menunjukan harga paling redah dan sebelah kanan adalah harga paling tinggi.

Volume: Jumlah penjualan saham hari sebelumnya (Kalau pasar modal sudah ditutup) atau volume hari itu (kalau perdagangan saham masih berlangsung)

Average Volume: Jumlah penjualan rata rata saham dalam waktu 3 bulan terakhir.

Market Capitalization (Market Cap): Menunjukan seberapa besar perusahaan ini di pasar modal. Market cap ini adalah perkalian harga saham dan jumlah total saham yang dijual di pasar modal (Outstanding).

Beta : Ukuran volatility (pegerakan) saham itu, seberapa besar naik turunnya saham itu , makin besar betanya makin volatile atau cepat pergerakan naik dan turunnya, sedangkan makin kecil betanya berarti saham itu relatif stabil. Beta = 1 adalah beta index pasar modal. jadi kalo lebih kecil dari 1 misalnya 0.8 , berarti kalau indeks pasar modal naik 1 point, saham ini naiknya 0.8 point jadi lebih stabil daripada market. jadi kalau naik tidak naik banyak tapi kalau turun juga tidak turun banyak. Begitu juga kalau Beta = 1.2 , berarti saham ini tidak sestabil indeks pasar , jadi kalau indeks pasar naik 1 point, saham ini naek 1.2 point begitu pula kalau indeks pasar turun 1 point , saham ini turun 1.2 point

PE Ratio (TTM) : Price to earning ratio TTM , rasio harga saham per lembar dengan keuntungan (profit) per lembar saham. Sedangkan TTM adalah Twelve Traded Month jadi 12 bulan terakhir. Rasio ini untuk patokan apakah harga saham ini mahal atau tidak. Makin besar PE ratio makin mahal saham itu. Seperti yang saya bahas di part 2, value company biasanya PE rationya kecil sedangkan growth company biasanya PE rationya tinggi. Kalau PE nya 10 , misalnya perusahaan itu tidak berkembang (keuntungannya tetap $1 bertahun tahun ke depan) , jika kita beli saham seharga $10, dan keuntungannya $1 maka kita butuh waktu 10 tahun untuk breakeven atau balik modal yang di investasikan $10 tadi. Jadi kalau PE 100 berarti kita butuh 100 tahun untuk balik modal kecuali perusahaan itu bisa menaikan keuntungan mereka 100 kali lipat di beberapa tahun kedepan. makanya biasanya growth company investors mau membayar kelipatan PE yang tinggi karena mereka percaya company ini bakal untuk berlipat ganda dalam waktu ke depannya.

PE ratio yang optimum berkisar antara 10 sampai 20. di bawah itu termasuk murah, diatas itu termasuk cukup mahal. apalagi kalau jauh dari itu.

EPS : Earning per share dimana keuntungan atau profit perusahaan dibagi jumlah total saham yang diperdagangkan di pasar modal (Share outstanding).

Earning date: tanggal dimana perusahaan itu mengumumkan laporan keuangan laba rugi di kuartal tersebut. Biasanya ada estimasi keuntungan yang dikeluarkan oleh para analyst saham. Jika di hari itu perusahaan mengumumkan keuntungan melebihi estimasi para analyst biasanya sahamnya akan naik. begitu juga sebaliknya. tapi juga tergantung dari penjualan nya turun atau tidak terhadap penjualan di kuartal sebelumnya atau kuartal yang sama tahun lalu.

Forward dividend yield: dividend yield sendiri adalah rasio dividend tiap saham dibanding (dibagi) harga saham per lembar. Jadi forward dividend yield adalah dividend di tahun yang akan datang dibagi harga saham saat ini.

Ex Dividend date: tanggal dimana batas akhir pendaftaran pemegang saham, setelah tanggal ini, investor yang membeli saham perusahaan itu tidak akan mendapat dividend , tapi biasanya harga saham bakal turun kira kira sebesar dividendnya bisa kurang bisa lebih, agar pemegang saham baru mendapat keadilan (ga dapat dividend tapi dapat harga yang lebih murah).

1 year estimate target: target harga saham yang dirilis oleh para analyst saham untuk satu tahun ke depan. harga ini adalah estimasi jadi untuk bahan referensi saja belum tentu benar karena kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Grafik yang ada di kanan adalah grafik trend harga saham, kita bisa ganti ganti jangka waktunya ada yang 1 hari (1D), 5 hari atau seminggu karena pasar modal libur sabtu dan minggu (5D), 1 bulan (1M) , YTD itu year to date jadi dari tanggal 1 Januari tahun ini sampai sekarang , 1 tahun (1Y) , dan max( maksimum tren jangka waktu dari sejak perusahaan ini IPO sampai sekarang). Kalau kita mau lihat dan bermain main dengan chart bisa diklik kolom Chart disebelah company outlook.

Kita bisa lihat lihat kolom lainnya untuk statistic data keuangan perusahaan, historical (sejarah) harga saham di waktu yang lalu, profil perusahaan itu siapa managementnya, ini penting karena kita mesti tau perusahaan yang kita mau investasi, bergerak dibidang apa , siapa managementnya , karena dari situ kita bisa tau apakah bidang atau industry itu bakal booming atau menurun kedepannya. Kolom Finansial itu adalah kolom dimana kita bisa lihat tentang detail laporan keuangan perusahaan tersebut.

Sekian dulu untuk sahamnya. Nanti dibahas lebih detail lagi di waktu yang akan datang. Selamat belajar dan berinvestasi.