Asset Class: Komoditas

Waktu membaca: 15 – 20 menit

Kita telah membahas mengenai traditonal investment seperti fixed deposit, saham, dan obligasi, dan juga beberapa investasi alternatif seperti fund, baik mutual fund, ETF atau hedge fund. Sekarang kita beralih ke investasi aleternatif lainnya yaitu komoditas.

Kegunaan

  1. Sarana Diversifikasi

Gunanya investasi di sektor komoditas ini adalah untuk diversifikasi , karena korelasi profit dari investasi komoditas terhadap profit dari saham atau obligasi kecil , sehingga kalau sektor saham dan obligasi turun, komoditas bisa saja malah naik. Maka dari itu salah satu komoditas yang biasanya dipakai oleh investor untuk hedging dan juga sebagai safe haven (aset yang lebih aman) adalah emas. Jika pasar saham lagi turun dengan drastis biasanya harga emas cenderung naik karena para investor memindahkan investasi mereka ke sektor komoditas emas.

2. Hedging terhadap inflasi

Dari segi ketahanan terhadap inflasi, komoditas terdiri dari 2 bagianKomoditas yang tahan terhadap inflasi adalah komoditas yang punya hubungan dengan siklus ekonomi seperti komoditas logam seperti emas, perak, platinum atau komoditas minyak karena kalau ekonomi lagi naik (booming) , biasanya inflasi naik (harga harga dan daya beli cenderung naik) dan barang barang bahan industri logam, minyak atau yang memiliki nilai jual / nilai tukar seperti emas cenderung naik. jadi dengan memiliki investasi di sektor komoditas yang tahan inflasi ini, nilai investasi kita ikutan naik seiring dengan kenaikan inflasi.

b. Non Inflation hedger

Komoditas yang harga atau nilainya tidak ikutan naik saat inflasi naik adalah barang barang komoditas non logam seperti pertanian seperti jagung , gandum dan sebagainya.

Laba dari investasi

Laba atau keuntungan yang bisa didapat oleh para investor komoditas ini hanya berupa keuntungan kapital saat menjual komoditas karena tidak ada dividen atau bunga dari investasi ini.

Cara Investasi

  1. Investasi secara langsung.

Kita bisa langsung membeli komoditas secara fisik , contohnya emas batangan atau beli emas dibank atau pegadaian, beli minyak berbarrel barrel dan disimpan di kapal tanker.

Cara lain untuk berinvestasi secara langsung adalah membeli kontrak opsi (option) atau kontrak berjangka (future) untuk suatu komoditas dan juga beli sertifikat atau tabungan emas juga dari bank atau pegadaian.

2. Investasi secara tidak langsung

Lalu bagaimanakah investasi secara tidak langsung itu?

Opsi pertama adalah dengan cara membeli saham dari perusahaan yang bergerak di sektor komoditas seperti contohnya Chevron , dan Exxon Mobil di sektor minyak , Newmont dan Barrick Gold di sektor penambangan emas dan lain sebagainya.

Opsi yang lain adalah dengan cara membeli fund seperti mutual fund atau ETF yang fokus berinvestasi di komoditas yang menjadi target investasi kita. Tetapi kita mesti tau komoditas ETF ini berinvestasi dimana? apakah fisikal produk komoditas , derivatif atau saham saham yang bergerak di bidang komoditas. Untuk lebih jelasnya silakan ke website morningstar seperti yang kita bahas di postingan mengenai ETF.

Contoh contoh Komoditas ETF:

  1. Emas ETF: SPDR Gold ETF (ticker: GLD) , atau iShare Gold Trust (ticker: IAU) , ETF ini berinvestasi langsung ke emas fisik.
  2. Minyak ETF: United State Oil (Ticker : USO) , ETF ini menggunaan derivatif atau turunan seperti kontrak berjangka atau future , jadi untuk jangka waktu pendek saja karena biayanya besar.
  3. Energy ETF : Vanguard Energy ETF (VDE), ETF ini terdiri dari portfolio saham saham perusahaan di bidang energi sektor seperti minyak dan gas

Kelebihan dan kekurangan setiap jenis investasi komoditas

  1. Tipe investasi komoditas fisik
    1. Kelebihan: Relatif lebih simpel , kita tinggal cari penjual dan langsung beli saja.
    2. Kekurangan: Banyak biaya tambahan yang harus diperhitungkan seperti biaya tempat penyimpanan, dan pemeliharaan (maintenance).
  2. Tipe investasi komoditas saham
    1. Kelebihan: lebih cair (mudah dijual belikan), lebih responsif terhadap event yang berkaitan dengan nilai perusahaan komoditas tersebut
    2. Kekurangan: performanya seperti pasar saham pada umumnya, jadi diversifikasi yang mestinya didapat oleh investor komoditas menjadi berkurang karena tidak terpapar langsung oleh dunia komoditas. dan juga ada risiko yang spesifik ke perusahaan komoditas tersebut , comtohnya jika harga komoditas seperti minyak dibawah biaya pengolahan atau penyulingan , maka nilai dari perusahaan penyulingan minyak itu menjadi rendah.
  3. Tipe investasi komoditi Reksa Dana atau Mutual fund
    1. Kelebihan: Lebih diversifikasi , cenderung lebih rendah biaya transaksi dibanding komoditas fisik
    2. Kekurangan: Beberapa biaya tambahan seperti yang pernah kita bahas di mutual fund atau reksa dana , kita juga bergantung kepada manajemen style dari fund ini dan strategi alokasi dana mereka.
  4. Tipe investasi komoditas kontrak berjangka (future)
    1. Kelebihan: mendapat keuntungan dari naik atau turunnya harga komoditas tanpa harus memiliki komoditas itu sendiri, tidak perlu keluar biaya penyimpanan dan maintenance.
    2. Kekurangan: lebih rumit, risikonya sangat besar, butuh leverage dan margin yang tinggi, mesti selalu roll over posisi kita untuk kontrak berjangka. tidak disarankan kecuali yang sudah punya pengalaman dan pengetahuan di produk derivatif seperti kontrak berjangka.
  5. Tipe investasi komoditas ETF
    1. Kelebihan: sangat mudah diperjualbelikan di bursa saham, sangat kecil biaya transaksinya
    2. Kekurangan: biasanya banyak menggunakan indeks future atau kontrak berjangka untuk mengukur performa ETF ini jadi cenderung mengikuti karakter komoditas kontrak berjangka pada umumnya.

Cara Menganalisa Komoditas

Karena komoditas itu tidak punya dividen dan juga tidak punya laporan keuangan, jadi tidak bisa dianalisa secara fundamental. Sehingga analisa komoditas biasanya dengan cara Technical Analysis dan juga bergantung pada berita berita yang berkaitan dengan komoditas tersebut.

Mungkin segitu saja untuk pengenalan mengenai komoditas ini. saya akan jabarkan waktu podcast mengenai asset class komoditas ini.

Terima kasih. Semoga berguna.

Asset Class: Hedge Fund

Butuh waktu membaca 2 menit

Sekarang saatnya kita bahas soal jenis fund lainnya yaitu Hedge Fund. Walau pun mirip dengan mutual fund, di mana fund manager mengatur dana dari para investor dan menginvestasikan di suatu asset class tertentu, tapi uniknya Hedge Fund Manager bisa punya fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh Mutual Fund Manager: bisa leluasa menggunakan leverage, mengambil posisi short selling (jual saham yang harganya lagi tinggi dengan margin, lalu setelah harganya turun lalu dibeli kembali) , dan juga bisa jual beli produk derivatif.

Karena Hedge Fund Manager bisa lebih leluasa menggunakan strategi mereka termasuk menginvestasikan dana ke asset class yang relatif lebih tinggi risikonya dan lebih komplek. Maka dari itu, asset class Hedge Fund ini hanyak dibuka untuk accredited investors (investor yang terakreditasi), biasanya yang memiliki harta yang berlimpah (high networth), bukan untuk ritel investor.

Biasanya investasi di Hedge Fund ini termasuk investasi jangka panjang dan relatif rendah likuiditasnya (investor tidak bisa sewaktu waktu mengambil investasi mereka) karena ada namanya lock up period, jangka waktu di mana investor tidak bisa mengambi investasi mereka dan juga notice period di mana jangka waktu antara investor mengajukan penebusan investasi mereka hingga mereka mendapatkan uang investasi mereka.

Salah satu strategi dari hedge fund ini adalah market neutral di mana mereka membeli saham-saham yang murah (undervalue) dan menjual (short sell) saham-saham yang mahal (overvalue).

Keuntungan hedge fund ini salah satunya adalah diversifikasi aset karena lebih kecil korelasinya dengan pasar saham mengingat mereka bisa short sell dan menggunakan produk derivatif.

Salam cuan!

Asset Class: Exchange Traded Fund (ETF)

Butuh waktu baca 15 – 20 menit

Setelah membahas tentang mutual fund, marilah kita bahas jenis fund yang lain, merupakan saudara dekat dari mutual fund yaitu Exchange Traded Fund (ETF).

ETF mirip seperti mutual fund hanya diperdagangkan di pasar modal. Jadi kita bisa membelinya di bursa saham kapan saja selama bursa saham itu dibuka, seperti kita membeli saham biasa.

Keuntungannya sama pun seperti mutual fund yaitu diversifikasi dan juga sebagai akses untuk investasi di asset class, kawasan atau daerah tertentu.

Pada umumnya biayanya lebih rendah dari mutual fund, kecuali ETF yang lebih kompleks seperti Inverse ETF dan Leverage ETF.

Perusahaan terbesar yang mengeluarkan ETF:

  1. Vanguard – ETF yang dikeluarkan oleh Vanguard cenderung lebih murah dari ETF yang dikeluarkan oleh perusahaan lain.
  2. SPDR
  3. Invesco Power Share
  4. Black Rock’s Share – perusahaan penerbit ETF yang terbesar di dunia
  5. Schwab
  6. First State

Biasanya nama ETF di depannya terdapat nama perusahaan yang mengeluarkan diikuti asset class, strategi investasi, dan kawasan geografis dari ETF itu.

Tipe-tipe ETF

  1. Index ETF

Seperti pernah dibahas tentang Index Fund, index ETF ini merepresentasikan Indeks Pasar Modal dengan meniru atau kopian dari seluruh komponen saham di indeks pasar modal tersebut.

Berikut ini contoh-contoh Indeks ETF:

  • Strait Times Index (STI ETF ) yang dikeluarkan oleh SPDR (Ticker: ES3.SI) dan Nikko AM (G3B.SI)
  • S&P500 Index ETF. ada beberapa perusahaan yang mengeluarkan, Vanguard (VOO) , SPDR (SPY)
  • Nasdaq Index ETF: Ticker: QQQ
  • Dow Jones ETF: Ticker: DIA
  • Indonesia ETF: Ticker: IDX, EIDO
  • Emerging Market (negara-negara berkembang) ETF: EEM

2. Sector ETF

Untuk mendapatkan akses ke salah satu industri dan sektor, kita bisa berinvestasi di Sector ETF, terutama di pasar modal di Amerika. Beberapa contoh ticker yang depannya V, yang berarti dikeluarkan oleh Vanguard,yang cenderung lebih murah biayanya daripada perusahaan lain yang mengeluarkan ETF ini.

  • Industri Financial ETF : VFH, IYG
  • Industri Energy ETF : VDE, XLE
  • Industry bidang Teknologi ETF: XLK
  • Consumer Staples (industri sektor yang esensial – defensive stock atau non cyclical) ETF: XLP, VDC
  • Consumer Discret (industri yang cyclical atau non esensial) ETF: XLY, VCR.
  • Healthcare (industri kesehatan) ETF: XLV, VHT

3. Komoditas ETF

ETF ini spesifik untuk berinvestasi di asset class komoditas

Komoditas ada beberapa macam dan akan dibahas di lain kesempatan.

Contoh dari commodity ETF ini adalah sebagai berikut:

  • Gold ETF (GLD, IAU)
  • Oil ETF ( USO)
  • Silver ETF (SLV)

4. Bond/ Obligasi ETF

ETF dimana investor bisa mengakses beberapa obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau swasta

Contohnya:

  • Singapore Municipal Bond (Asian Bond Fund atau ABF)
  • 20 years US Treasury bond (TLT)
  • •Treasure Inflation Protected security (TIPS) ETF : TIP
  • Vanguard Total Bond Market ETF (BND) yang terdiri dari US investment grade bond.

5. Currency / Mata uang ETF

Untuk mengakses naik turun mata uang asing. seperti USD, Canadian Dollar atau Euro. Contohnya adalah UUP untuk memprediksi USD bakal naik dibanding mata uang dunia lainnya seperti Euro, Yen Jepang , Poundsterling Inggris atau Swiss Franc.

6. Inverse ETF

ETF ini untuk memprediksi suatu aset kemungkinan besar turun ke depannya. Seperti short selling di mana kita menjual saham yang tidak kita punyai di harga saat ini dengan “meminjam” saham dari broker, dengan bunga tentunya. Setelah sahamnya turun, kita beli saham itu di harga yang lebih rendah kemudian kita kembalikan saham yang kita miliki dengan bunganya ke broker. Short selling ini memakai akun margin. Sedangkan Inverse ETF ini tidak perlu akun margin karena ETF ini menggunakan future contract (kontrak berjangka).

Karena Inverse ETF menggunakan kontrak berjangka, maka biayanya lebih mahal dari ETF biasa.

Harap diingat untuk berhati-hati dalam membeli Inverse ETF karena penggunaan kontrak berjangka yang banyak memakan biaya, sehingga sebaiknya untuk investasi dalam waktu dekat (short term). Dan juga risikonya kalau aset itu naik, kita akan mengalami kerugian karena Inverse ETF ini baru untung kalau asset class yang kita “lawan” turun harganya. Kerugiannya bisa maksimal karena kenaikan indeks bisa tidak terbatas sedangkan penurunannya maksimal 0, walau pun tidak mungkin indeks saham harganya 0.

Contoh Inverse ETF:

  • Dow Jones Inverse ETF (DOG)
  • S&P Inverse ETF (SH)

7. Leverage ETF

ETF ini banyak digunakan oleh spekulator untuk memperbesar keuntungan mereka karena apapun untungnya dikali 2 atau 3. Tapi seperti Inverse ETF, Leverage ETF ini risikonya sangat besar karena selain biayanya besar, kerugiannya juga bisa 2 kali atau 3 kali lipat tergantung berapa pengalinya.

Contoh Leverage ETF adalah:

  • Dow Jones x2 (DDM)
  • Dow Jones Inverse x3  (SDOW)
  • Direxion Daily S&P 500 Bull 3X Shares ETF (SPXL)

Biaya-biaya

Kalau di mutual fund/Reksa Dana ada biaya pertahun (biaya manajemen) , di ETF ada biaya namanya Expense Ratio. Selain itu tidak ada biaya lainnya selain biaya broker karena investor bisa beli di bursa saham seperti saham lainnya

Detail informasi:

Sama seperti saham dan mutual fund, kita bisa melihat informasi melalui beberapa website finansial seperti yahoo finance, tetapi penulis biasanya menggunakan web Morningstar.com dan juga www.etfdb.com

Mari kita meluncur ke Morningstar website untuk melihat informasi mengenai ETF. Kita lihat sektor Finansial di US yang dikeluarkan oleh Vanguard (VFH). Kita bisa ketik di Google VFH “morningstar” dan akan keluar link untuk VFH ini.

Kolom Quote

Bintang 4 adalah rating morningstar berdasarkan performa ETF ini, disesuaikan dengan biaya dan risikonya. Rating morningstar berkisar antara 1 sampai 5.

Tampilan dan arti dari simbol-simbol disitu mirip seperti di Yahoo Finance yang telah kita jelaskan di Saham part 3.

$57.41 adalah harga ETF saat penutupan bursa saham. 1.92 adalah besar kenaikannya (3.46%)

NAV adalah Net Asset Value, nilai total asset saham atau obligasi di ETF dibagi jumlah saham ETF yang dijual di pasaran.

Bid/Ask adalah harga tawaran dari pembeli dan harga jual, spread adalah perbedaan antara bid dan ask.

Volume/Avg: jumlah volume perdagangan berapa jumlah saham ETF berpindah tangan hari itu dan rata -rata volume per hari.

Day dan Year range: harga kisaran ETF ini di perdagangan hari itu dan juga setahun terakhir.

SEC Yield adalah pendapatan investasi dibagi harga maksimal di hari terakhir perdagangan bulan itu.

12 month yield: pendapatan dalam setahun terakhir dalam bentuk dividen dan bunga dibagi NAV di bulan terakhir ditambahkan persentase keuntungan kapital.

Expense Ratio: biaya per tahun seperti biaya manajemen di mutual fund. Angka 0.10% berarti setiap $100 investasi, kita bayar 10 sen saja. Cukup murah dibanding biaya manajemen mutual fund sekitar 1-2 % per tahun.

Total Asset: total asset di ETF ini.

Kolom Performance

Di kolom performance kita bisa melihat performa ETF ini dibanding dengan performa indeks saham gabungan dan performa fund lain di kategori sektor yang sama dalam grafik visual.

Ada tabel dibawah grafik itu , yaitu total return % dari tahun ke tahun dari segi harga (price) dan net asset value (NAV) , – berarti performanya menurun dibanding tahun sebelumnya. YTD berarti dari awal januari sampai sekarang harga ETF-nya turun sebanyak -23.74%. .

+/- Category (NAV) dan + / – Index (price) perbandingan performa ETF ini dengan fund ketegori yang sama dan indeks saham gabungan dalam %, kalau – berarti performanya lebih rendah.

Kolom Risk

Di kolom risk (risiko) ini agak rumit , kita lihat perbandingan risiko ETF ini dengan fund ketegori yang sama dan indeks saham gabungan. Akan kita bahas secara garis besarnya saja.

Kita sudah membahas tentang Beta di pembahasan saham part 3 yaitu sensitivitas terhadap pergerakan harga indeks bursa saham Beta dibawah 1 berarti pergerakannya lebih kecil daripada pergerakan market.

Standard Deviation ini mengukur besarnya kisaran performa ETF ini. Makin besar Standard Deviasi makin besar risikonya (lebih volatile naik dan turunnya) , standard deviasi yang kecil berarti ETF ini performanya lebih stabil.

Sharp Ratio: Keuntungan investor dari setiap unit risiko. Dari risiko yang ada , berapa keuntungan yang didapat dari investor. Makin besar Sharp Ratio makin bagus.

Kolom Price

Di kolom price kita bisa lihat biayanya sama seperti yang ada di dalam kolom quote. Di sini bisa kita lihat expense ratio-nya 0.10%.

Kolom Portfolio

Pada Kolom Portfolio, kita bisa melihat lebih detail alokasi asset dari ETF ini, Style-nya apa (Value atau Growth stocks), expsoure (paparan), sektor dan region (kawasan), dan daftar saham saham aja yang ada di ETF ini.

Di sini VFH, karena finansial ETF, maka paparan sektor adalah sektor finansial, alokasi asset sebagian besar US Equity dan beberapa % Non US Equity , dengan kawasan terbesar adalah North America.

Dilihat dari peta style (Style Map), style investasi dari ETF ini adalah Value Large Capitalisation Companies jadi lebih ke arah perusahaan besar dan PE nya rendah.

Bagi kita sebagai investor yang sebagian besar investor ritel, lebih baik memilih aset investasi yang simpel dan murah tanpa memilih saham individu.

Maka dari itu Warren Buffet dan John Boggle pendiri Vanguard rekomendasi investor untuk investasi di S&P500 index fund dalam waktu yang panjang. Dan S&P500 ETF yang paling murah yaitu Vanguard S&P500 (VOO). Alasannya karena S&P 500 sebagai indeks psar modal tertua dan terbesar di dunia selalu akan naik dari dekade ke dekade. Mari kita buktikan dalam grafik dibawah ini.

Dari grafik di atas dari tahun 1980 sampai sekarang indeks pasar modal di US S&P500 akan selalu naik karena sampai saat ini Amerika Serikat masih menjadi pusat pasar finansial di dunia.

Di bawah ini grafik VOO (lebih pendek dari indeks saham S&P500 karena baru dikeluarkan pada tahun 2010)

Dan di bawah ini adalah detil informasi VOO di morningstar, bisa kita lihat Expense Rationya 0.03% jadi setiap $100 kita investasi, kita hanya membayar 3 sen. Sangat murah bukan?

Kita juga bisa memilih ETF berdasarkan situasi market dan strategi kita. Misalnya sekarang ada fear factor karena Covid, biasanya investor lari ke asset yang lebih aman seperti emas, daripada beli emas batangan yang butuh modal yang besar, kita bisa beli Gold ETF (GLD atau IAU).

Selamat belajar berinvestasi dan salam cuan!

Asset Class: Mutual Fund/ Unit Trust / Reksa Dana

Butuh waktu membaca 10 – 15 menit

Mutual Fund/ Unit Trust/Reksa Dana

Setelah membahas panjang lebar mengenai saham, mari sekarang kita melangkahkan kaki ke Asset Class lainnya yaitu Mutual Fund / Unit Trust atau Reksa Dana. Semua istilah ini sama artinya, hanya namanya aja yang berbeda, tergantung di negara mana kita berada. Istilah Unit Trust biasanya dipakai di Singapura, Mutual Fund biasa dipakai di negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan banyak lagi, sedangkan Reksa Dana itu sendiri dipakai di Indonesia. Untuk sekarang ini kita sebut Mutual Fund saja ya karena lebih umum dipakai.

Definisi Mutual Fund

Adalah sekumpulan fund atau dana-dana dari para investor untuk diinvestasikan atau dibelikan saham, obligasi atau aset investasi lainnya. Mutual fund biasanya dikelola oleh fund manager dengan mandat atau strategi yang spesifik menurut jenis asset class, negara atau kawasan atau metode investasi tertentu. seperti US Large Cap Equity Fund dimana dana yang terkumpul diinvestasikan ke saham-saham dengan market capital yang besar di US.

Macam macam Mutual Fund

  1. Equity Fund (Reksa Dana Saham)
  2. Fixed Income Fund (Reksa Dana Obligasi)
  3. Money Market Fund (Reksa Dana Pasar Uang), di mana pasar uang ini adalah surat utang obligasi pemerintah dalam jangka yang sangat pendek, salah satu investasi yang sangat aman.
  4. Balance Fund (Campuran antara saham dan obligasi), dan masih banyak lagi jenisnya.

Cara Membeli Mutual Fund

Mutual Fund tidak diperjualbelikan di pasar modal, jadi hanya bisa dibeli di broker-broker tertentu seperti Fundsupermart (Singapura) atau biasanya kalau ada agen asuransi atau bank menawarkan investasi, biasanya investasi yang ditawarkan adalah reksa dana (mutual fund) ini.

Setelah mutual fund ini menginvestasikan diri ke saham-saham yang sesuai dengan strategi mereka setiap hari, jumlah nilai investasi mereka akan dibagi dengan jumlah saham mutual fund tersebut untuk mendapatkan Net Asset Value (NAV). NAV inilah yang digunakan sebagai harga beli (purchased) atau jual (redeem) mutual fund tersebut dalam satu hari. Harganya akan konstan karena tidak diperjualbelikan di pasar modal. NAV bakal ditentukan di setiap akhir perdagangan di hari itu.

Pendapatan investor mutual fund

Seperti yang sudah kita bahas di beberapa part di saham, pendapatan yang dinikmati oleh investor di saham adalah dividen dan profit karena kenaikan harga (capital gain). Mutual fund sebagai investor saham-saham tertentu juga akan mendapat dividen dan capital gain kalau mereka jual. Dividen yang diterima oleh mutual fund tadi akan didistribusi kan ke para investor dan kalau mereka jual, keuntungannya juga akan didistribusikan. Yang tidak didistribusikan adalah kenaikan harga aset yang belum dijual, secara tidak langsung akan menaikan NAV mutual fund itu. Kalau investor menjual mutual fund (redeem), mereka mendapat keuntungan dari kenaikan NAV mutual fund tersebut.

Keuntungan membeli mutual fund:

  1. Diversifikasi

Mutual fund menanamkan modal investasi mereka tidak hanya pada satu saham tetapi ke beberapa saham yang masuk dalam kriteria atau strategi investasi mereka. Jadi dengan berinvestasi ke mutual fund ini, secara tidak langsung kita membeli beberapa saham bukan satu saham. Lebih rendah risikonya dibanding membeli saham satu atau dua perusahaan saja karena jika saham 2 perusahaan ini turun maka portfolio kita turun semua. Tetapi jika ada 10 perusahaan di mutual fund, kalau 4 saham turun maka masih ada 6 yang naik.

2. Tidak bingung memilih saham apa yang mau dibeli

Dengan membeli mutual fund, kita tidak usah capek-capek menganalisa tiap perusahaan sebelum membeli saham. Kita tinggal pilih fund manager mana yang sesuai dengan strategi investasi kita saat ini.

3. Punya akses ke suatu kawasan atau asset class tertentu

Dengan membeli mutual fund , kita bisa mendapatkan akses suatu kawasan atau asset class tertentu, seperti saham perusahaan besar di Amerika (US Large Equity).

Kekurangan Mutual Fund

  1. Biaya (cost) tinggi

Kalau kita mau investasi di mutual fund, kita bakal dibebani dengan beberapa biaya seperti di bawah ini:

a. Sales atau komisi ke mutual fund manager

b. Biaya transaksi ke broker

c. Biaya manajemen biasanya dibayarkan per tahun 1- 2 % dari total investasi kita

Dan masih banyak biaya yang lainnya lagi. Prinsipmnya makin banyak organisasi yang berperan maka makin besar biayanya. Contohnya jika kita membeli asuransi dari bank, asuransi ini akan menggunakan uang kita untuk membeli investasi mutual fund. Banyaknya perantara akan menyebabkan biaya makin bertambah

Ada beberapa istilah yang perlu diketahui mengenai biaya sales atau komisi itu

a. Front Load – biasanya biaya ini dikenakan di awal kita membeli mutual fund (bisa sampai 5% dari total investasi kita)

b. Back Load – biaya akan dikenakan di akhir, saat kita menjual mutual fund ini.

c. No Load – tidak ada biaya sales yang dikenakan baik di awal atau di akhir.

2. Tidak banyak mutual fund manager yang mendapat keuntungan lebih besar dari indeks pasar modal.

Hanyak sekitar 15 % mutual fund manager dalam rentang 10 tahun yang bisa mengalahkan keuntungan atau kenaikan dari indeks pasar modal karena banyaknya biaya yang seperti dijabarkan di atas. Dan juga mereka harus memilih saham-saham untuk portfolio fund tersebut dengan membeli dan menjual saham (active investing), biaya transaksi mereka menjadi sangat tinggi dan pada akhirnya mengurangi keuntungan secara keseluruhan.

Siapa yang sebaiknya membeli Mutual Fund?

Walaupun banyak kekurangannya, kita bisa menimbang-nimbang untuk membeli mutual fund jika kita

  1. Kurang disiplin dalam mengatur keuangan, jadi kita “dipaksa” untuk menyisihkan uang kita untuk investasi di mutual fund
  2. Kita membutuhkan bantuan financial consultant atau advisor untuk mengatur keuangan kita . Biasanya financial consultant menawarkan investasi di mutual fund karena tidak banyak financial consultant yang mempunyai lisensi atau ijin menginvestasikan uang dari client mereka untuk membeli individual saham.

Cara menganalisa Mutual Fund

Kita bisa menganalisa mutual fund dari website www.morningstar.com seperti menganalisa saham. Di situ kita bisa melihat berapa rating-nya, biaya (fees), portfolio saham-saham di mutual fund itu, performa dalam beberapa tahun dibandingkan dengan indeks pasar modal, dan lain sebagainya.

Salam cuan!