Waktu membaca: 15 – 20 menit
Kita telah membahas mengenai traditonal investment seperti fixed deposit, saham, dan obligasi, dan juga beberapa investasi alternatif seperti fund, baik mutual fund, ETF atau hedge fund. Sekarang kita beralih ke investasi aleternatif lainnya yaitu komoditas.
Kegunaan
- Sarana Diversifikasi
Gunanya investasi di sektor komoditas ini adalah untuk diversifikasi , karena korelasi profit dari investasi komoditas terhadap profit dari saham atau obligasi kecil , sehingga kalau sektor saham dan obligasi turun, komoditas bisa saja malah naik. Maka dari itu salah satu komoditas yang biasanya dipakai oleh investor untuk hedging dan juga sebagai safe haven (aset yang lebih aman) adalah emas. Jika pasar saham lagi turun dengan drastis biasanya harga emas cenderung naik karena para investor memindahkan investasi mereka ke sektor komoditas emas.
2. Hedging terhadap inflasi
Dari segi ketahanan terhadap inflasi, komoditas terdiri dari 2 bagianKomoditas yang tahan terhadap inflasi adalah komoditas yang punya hubungan dengan siklus ekonomi seperti komoditas logam seperti emas, perak, platinum atau komoditas minyak karena kalau ekonomi lagi naik (booming) , biasanya inflasi naik (harga harga dan daya beli cenderung naik) dan barang barang bahan industri logam, minyak atau yang memiliki nilai jual / nilai tukar seperti emas cenderung naik. jadi dengan memiliki investasi di sektor komoditas yang tahan inflasi ini, nilai investasi kita ikutan naik seiring dengan kenaikan inflasi.
b. Non Inflation hedger
Komoditas yang harga atau nilainya tidak ikutan naik saat inflasi naik adalah barang barang komoditas non logam seperti pertanian seperti jagung , gandum dan sebagainya.
Laba dari investasi
Laba atau keuntungan yang bisa didapat oleh para investor komoditas ini hanya berupa keuntungan kapital saat menjual komoditas karena tidak ada dividen atau bunga dari investasi ini.
Cara Investasi
- Investasi secara langsung.
Kita bisa langsung membeli komoditas secara fisik , contohnya emas batangan atau beli emas dibank atau pegadaian, beli minyak berbarrel barrel dan disimpan di kapal tanker.
Cara lain untuk berinvestasi secara langsung adalah membeli kontrak opsi (option) atau kontrak berjangka (future) untuk suatu komoditas dan juga beli sertifikat atau tabungan emas juga dari bank atau pegadaian.
2. Investasi secara tidak langsung
Lalu bagaimanakah investasi secara tidak langsung itu?
Opsi pertama adalah dengan cara membeli saham dari perusahaan yang bergerak di sektor komoditas seperti contohnya Chevron , dan Exxon Mobil di sektor minyak , Newmont dan Barrick Gold di sektor penambangan emas dan lain sebagainya.
Opsi yang lain adalah dengan cara membeli fund seperti mutual fund atau ETF yang fokus berinvestasi di komoditas yang menjadi target investasi kita. Tetapi kita mesti tau komoditas ETF ini berinvestasi dimana? apakah fisikal produk komoditas , derivatif atau saham saham yang bergerak di bidang komoditas. Untuk lebih jelasnya silakan ke website morningstar seperti yang kita bahas di postingan mengenai ETF.
Contoh contoh Komoditas ETF:
- Emas ETF: SPDR Gold ETF (ticker: GLD) , atau iShare Gold Trust (ticker: IAU) , ETF ini berinvestasi langsung ke emas fisik.
- Minyak ETF: United State Oil (Ticker : USO) , ETF ini menggunaan derivatif atau turunan seperti kontrak berjangka atau future , jadi untuk jangka waktu pendek saja karena biayanya besar.
- Energy ETF : Vanguard Energy ETF (VDE), ETF ini terdiri dari portfolio saham saham perusahaan di bidang energi sektor seperti minyak dan gas
Kelebihan dan kekurangan setiap jenis investasi komoditas
- Tipe investasi komoditas fisik
- Kelebihan: Relatif lebih simpel , kita tinggal cari penjual dan langsung beli saja.
- Kekurangan: Banyak biaya tambahan yang harus diperhitungkan seperti biaya tempat penyimpanan, dan pemeliharaan (maintenance).
- Tipe investasi komoditas saham
- Kelebihan: lebih cair (mudah dijual belikan), lebih responsif terhadap event yang berkaitan dengan nilai perusahaan komoditas tersebut
- Kekurangan: performanya seperti pasar saham pada umumnya, jadi diversifikasi yang mestinya didapat oleh investor komoditas menjadi berkurang karena tidak terpapar langsung oleh dunia komoditas. dan juga ada risiko yang spesifik ke perusahaan komoditas tersebut , comtohnya jika harga komoditas seperti minyak dibawah biaya pengolahan atau penyulingan , maka nilai dari perusahaan penyulingan minyak itu menjadi rendah.
- Tipe investasi komoditi Reksa Dana atau Mutual fund
- Kelebihan: Lebih diversifikasi , cenderung lebih rendah biaya transaksi dibanding komoditas fisik
- Kekurangan: Beberapa biaya tambahan seperti yang pernah kita bahas di mutual fund atau reksa dana , kita juga bergantung kepada manajemen style dari fund ini dan strategi alokasi dana mereka.
- Tipe investasi komoditas kontrak berjangka (future)
- Kelebihan: mendapat keuntungan dari naik atau turunnya harga komoditas tanpa harus memiliki komoditas itu sendiri, tidak perlu keluar biaya penyimpanan dan maintenance.
- Kekurangan: lebih rumit, risikonya sangat besar, butuh leverage dan margin yang tinggi, mesti selalu roll over posisi kita untuk kontrak berjangka. tidak disarankan kecuali yang sudah punya pengalaman dan pengetahuan di produk derivatif seperti kontrak berjangka.
- Tipe investasi komoditas ETF
- Kelebihan: sangat mudah diperjualbelikan di bursa saham, sangat kecil biaya transaksinya
- Kekurangan: biasanya banyak menggunakan indeks future atau kontrak berjangka untuk mengukur performa ETF ini jadi cenderung mengikuti karakter komoditas kontrak berjangka pada umumnya.
Cara Menganalisa Komoditas
Karena komoditas itu tidak punya dividen dan juga tidak punya laporan keuangan, jadi tidak bisa dianalisa secara fundamental. Sehingga analisa komoditas biasanya dengan cara Technical Analysis dan juga bergantung pada berita berita yang berkaitan dengan komoditas tersebut.
Mungkin segitu saja untuk pengenalan mengenai komoditas ini. saya akan jabarkan waktu podcast mengenai asset class komoditas ini.
Terima kasih. Semoga berguna.