Hanya butuh waktu 5 menit untuk membaca artikel ini

Pada saat kita datang mengunjungi sebuah bank, biasanya terdapat seorang investment manager yang akan memberikan saran (advice) mengenai jenis dan cara berinvestasi. Ada pula agen asuransi yang biasanya memberi saran keuangan tentang investasi apa yang cocok untuk investor berdasarkan kemampuan atau tingkat toleransi dalam mengambil risiko, tujuan investasi, dan lain sebagainya.
Belakangan ini, seiring makin majunya teknologi, mulai ada yang namanya Robo Advisor atau perencana keuangan berbasis digital yang menggantikan peran dari seorang penasihat keuangan.
Robo Advisor ini biasanya meminta input dari users/investors mengenai besarnya resiko dan tujuan investasi pada saat mendaftar dalam platform online. Robo Advisor sudah memiliki algoritma pemrograman khusus sehingga investor bisa mendapatkan rekomendasi portfolio investasi dan juga memonitor portfolio secara berkala melalui platform ini. Investor dapat dengan mudah memindahkan dana ke akun yang terdaftar untuk diinvestasikan sesuai dengan rekomendasi dari Robo Advisor.
Biasanya portfolio Robo Advisor atau Robo Investment berupa reksa dana (ETF). Kemudian sarana investasinya berkisar antara saham, obligasi, komoditas, dan sebagainya yang biasanya mencakup pasar modal Amerika Serikat atau beberapa wilayah di dunia.
Walaupun namanya Robo (Robot) yang tidak ada campur tangan manusia, tapi algoritma pemrogramannya juga berdasarkan otak dan pengetahuan manusia dalam bidang pasar modal dan investasi. Jadi tentu masih ada sangkut paut erat dengan sumber daya manusia di perusahaan investasi tersebut.
Keuntungan Robo Advisor:
- Biaya yang relatif kecil. Biasanya di bawah 1% dari total investasi
- Investasi dengan jumlah minimum yang terjangkau
- Mudah dalam memulai investasi. Langkah-langkahnya seperti membuat akun email.
- Tidak ada biaya atau penalti apabila investor hendak menarik investasinya
- Diversifikasi. Robo advisor bisa merekomendasi berbagai macam sarana investasi. Investasi berupa reksa dana (ETF) yang terdiversifikasi.
- Robot tidak memiliki emosi. Keputusan investasi murni berdasarkan algoritma yang sudah diprogram

Kekurangan Robo Advisor:
- Ada algoritma dalam memilih komposisi portfolio. Termasuk memilih jenis reksa dana (ETF) berdasarkan perhitungan algoritma yang direkomendasikan untuk portfolio.
- Biayanya 2x lipat. Ada biaya yang berasal dari reksa dana (ETF) dan Robo Advisor sendiri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi di Robo Advisor:
- Berapa biaya pertahun yang harus dibayar?
- Apakah Robo Advisor ini punya lisensi di negara tempat investor berdomisili? Ini berkaitan dengan lisensi lokal yang mendukung sistem keamanan keuangan.
- Apakah akun para investor terpisah dari akun bank perusahaan Robo Advisor tersebut? Sehingga apabila terjadi masalah keuangan yang bisa menyebabkan perusahaan Robo Advisor tutup atau bangkrut, apakah uang para investor aman dan bisa diambil?
- Seberapa mudah para investor mengambil atau mencairkan investasi mereka?
Kesimpulan
Apabila anda seorang investor yang tidak memiliki waktu untuk memonitor atau menganalisa investasi; mencari investasi yang murah dari segi biaya dan dana investasi yang diperlukan; atau ingin punya akses langsung ke sarana investasi di negara lain; Robo Advisor dapat menjadi salah satu pertimbangan keputusan untuk mengatur strategi berinvestasi.
Pilihan tergantung pada tujuan investasi Anda.
Salam cuan!