Bonus Akhir Tahun

Sambil menunggu saatnya pergantian tahun, mari kita bahas mengenai Bonus Akhir Tahun yang mungkin akan kita dapatkan sebentar lagi. Ketika kita melihat ke saldo ATM atau internet banking, Anda sangat senang karena mendapat uang dadakan yang jumlahnya biasanya lebih besar dari biasanya.


Hal berikutnya yang mungkin terlintas di benak Anda biasanya adalah barang apa saja yang mau dibeli dengan jumlah uang ini. Anda akan mulai surfing ke Ebay, Amazon, Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan market place lain untuk mencari pakaian, tas, sepatu atau gadget terbaru PS5, Iphone, dan mungkin sepeda atau alat-alat olahraga. Silakan saja melihat-lihat selama Anda tidak mengeluarkan dompet atau klik Beli atau Check Out keranjang belanja di toko online.
Sejatinya, semua hal di atas hanyalah demi untuk memuaskan “MASA SEKARANG” yang kita rasakan. Bagaimana dengan “MASA DEPAN” kita?


Sebelum Anda berpisah dari beberapa ratus ribu rupiah atau bahkan beberapa juta untuk ditukar dengan gadget ,tas atau sepatu terbaru, Anda s=bisa sejenak melihat kepada orang-orang tua yang kurang beruntung di luar sana dan membayangkan diri kita jika berada dalam posisi mereka. Beberapa dari mereka masih bekerja dengan mengemudikan taksi atau berjualan, meskipun sudah renta. Bahkan mungkin ada yang menjual rumahnya untuk di downgrade atau disewakan demi menopang kehidupan hari tua mereka. Lalu, tanyakan pada diri Anda, apakah akan menikmati “SEKARANG” atau menikmati “MASA DEPAN”?

Ada beberapa cara yang mestinya lebih bijak dan baik dalam menggunakan Bonus Akhir Tahun untuk “MASA DEPAN” :

  1. Membayar hutang adalah kewajiban utama, terutama hutang yang berbunga tinggi seperti kartu kredit. Ingat aturan 72, apapun yang kita investasikan atau pinjam akan berlipat ganda dalam jumlah tahun dikali besar bunga. Jadi jika kartu kredit kita berbunga 24% pertahun, butuh 3 tahun hutang kita untuk menjadi dua kali lipat jika Anda hanya membayar jumlah minimum.
  2. Bangun dana darurat. Aturan praktisnya adalah 6 bulan – 9 bulan dari pengeluaran bulanan kecuali Anda tidak bakal di PHK atau sehat terus tanpa kena penyakit apapun.
  3. Investasikan dana, ingatlah bahwa semakin awal dan semakin tinggi jumlah yang diinvestasikan, semakin cepat Anda mencapai tujuan pensiun berkat hukum compounding/ bunga berbunga.
  4. Beli asuransi yang belum dimiliki terutama asuransi kesehatan, karena biaya pengobatan dan rumah sakit semakin tinggi. Pasti lebih baik terlindungi dengan asurani sebelum kondisi memakan dana tabungan Anda.
  5. Investasi terbaik adalah diri sendiri, semakin banyak belajar semakin bijaksana. Tidak hanya untuk pendidikan formal tetapi juga kursus online seperti Coursera, Udemy dan juga belilah buku, Semua kursus atau buku tersebut jika terkait dengan investasi akan jauh lebih baik.
  6. Donasi, jangan lupa sisihkan uang anda untuk kemanusiaan, menyumbang itu seperti bumerang, uang yang diberikan akan berbalik ke kita (keluarga) lagi. Percayalah!

    Selamat Merayakan Tahun Baru, salam cuan dari Pundi Receh!

Selamat Datang di S&P500 bagi TESLA

Sobat Pundi, hanya butuh lima menit untuk membaca informasi ini!

Pada Senen tanggal 21 Desember 2020, TESLA, sebuah perusahaan pembuat mobil listrik (Electric Vehicle Company) akan resmi menjadi bagian dari Indek saham S&P500 (IHSG-nya Amerika Serikat), yang terdiri dari 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

TESLA didirikan oleh seorang visionaris yang nyentrik bernama Elon Musk yang juga salah satu pendiri PAYPAL sebelum dibeli eBAY di tahun 2002. Selain TESLA, Elon Musk juga mendirikan Space X, pembuat pesawat ulang alik yang bisa digunakan lagi dan bisa meluncur sertamendarat di titik rocket launcher yang sama.

Sejak pengumuman bergabungnya TESLA di S&P500 tanggal 16 November 2020, harga saham TESLA telah melonjak sekitar 65%. Di tahun 2020, saham TESLA telah naik sekitar 700%. Hal ini membuat Elon Musk naik menjadi peringkat kedua sebagai orang terkaya kedua setelah pendiri Amazon, Jeff Bezos dan Market Capitalisation (harga saham x jumlah saham outstanding) mencapai 658B yang menempatkan TESLA di peringkat 7 besar S&P500 Index dan juga setara dengan 7 perusahaan pembuat mobil terkenal seperti Toyota, Honda, Ford dan lain-lain., Mari kita simak di bawah ini infografiknya:

Lalu apakah dampak dari masuknya TESLA di S&P500 indeks ini?

Pertama, ada 1 perusahaan yang ditendang keluar dari S&P 500 untuk memberi tempat kepada TESLA.

Kedua, TESLA mendapatkan 1.5% weightage dari total Indeks S&P500. Saham 499 perusahaan lainnya mesti dikurangi jumlahnya agar menyesuaikan 1.5% weightage.  

Ketiga, Index Fund dan ETF yang mengikuti pergerakan S&P500 harus (mungkin, dengan agak terpaksa) membeli TESLA sesuai dengan weightage S&P500 dan menjual saham saham 499 perusahaan lainnya,. bayangkan ke-499 perusahaan itu sahamnya turun karena dijual serentak oleh Index funds dan ETFs.

Keempat, passive investors yang membeli indeks S&P500 karena lebih stabil (berisikan value company yang stabil dan besar), tiba-tiba kedatangan  growth company yang baru untung dalam beberapa kuartal terakhir (TESLA dari tahun berdirinya baru untung di kuartal 3 & 4 tahun 2018), dan harga sahamnya volatile (naik turunnya sangat besar). Hal tersebut bisa berdampak pada stabilitas portfolio mereka terutama pada pension funds (dana pensiun).

Mau tahu seberapa volatile-nya? Lihat chart dibawah ini, grafik yang paling sensasional yang pernah saya lihat…

Di bawah ini bisa dilihat jam terakhir sebelum pasar saham ditutup, saham TESLA turun dari $670 ke $628 sebelum dalam 15 menit naik ke $695 (tok-tok market ditutup). Hal ini karena biasanya Indeks fund mulai membeli saham di satu atau dua hari sebelum tanggal resmi masuknya suatu perusahaan ke S&P500 Indeks, dan banyak spekulan dan hedge fund yang membeli saham dari pengumuman masuknya TESLA ke S&P500 indeks tanggal 16 November 2020 untuk menjual saham ke indeks funds.

Opini pribadi saya, electric vehicle sector sekarang sedang booming, dan di beberapa dekade yang akan datang. Electric vehicle atau mobil listrik akan menggantikan mobil berbahan bakar bensin atau gas. Dan TESLA adalah salah satu pelopor dalam hal ini, yang akan berkembang dengan pesat dan menjadi next trillion dollar companies. Tetapi sekali lagi, hanya waktu yang nanti bisa membuktikan. Mari kita cermati bersama-sama.

Salam Cuan!

Disclaimer:. penulis adalah salah satu pemegang saham TESLA