Hemat Saat Ramadan dan Lebaran

Bulan Ramadan sudah berjalan dua mingguan dan biasanya kita sudah bersiap-siap sambut lebaran yang semakin di depan mata. Biasanya bulan puasa dan lebaran akan menggoda kita untuk “jajan lebih”.

Jajan makanan maupun baju dan perlengkapan baru. Nah, berikut ini adalah tips-tips dan cara berhemat saat Ramadan serta persiapan lebaran

1. Mengalokasi dana spesial lebaran

Lebaran itu biasanya menjadi tidak murah karena butuh uang ekstra untuk mudik (kondisi normal), membeli perabotan, baju baru, memberi uang untuk orang tua, saudara, dan juga para keponakan saat berkunjung dan bersilaturahmi.

Darimanakah kita mendapatkan dana ekstra itu?

Bisa dari hasil alokasi anggaran jangka pendek atau menengah. Kita pasti tahu bahwa lebaran itu adalah hal yang pasti terjadi dan pengeluarannya tidak bisa dielakkan. Ada baiknya kalau kita alokasikan anggaran bulanan khusus untuk “jajan lebih” saat lebaran.

Dana yang lain bisa dikumpulkan adalah dari penghematan saat berpuasa sebulan. Dengan berpuasa, secara tidak langsung kita bisa berhemat setidaknya satu kali makan (makan siang) per hari. Jika dikalikan 30 hari maka hasilnya lumayan untuk kita satukan dalam alokasi cadangan dana lebaran.

2. Membatasi berbuka puasa yang mahal dan berlebihan

Biasanya di bulan puasa banyak sekali acara buka puasa bersama dengan makan-makan di restoran atau di cafe. Mungkin satu dua kali dalam sebulan wajar, tapi jangan keseringan! Kalau bisa, buka puasa secara sederhana dengan memasak sendiri di rumah bersama keluarga akan lebih hemat dan hangat.

3. Membeli baju lebaran untuk lebaran tahun depan.

Kapan saat yang baik untuk membeli produk-produk musiman seperti lebaran, imlek, natal? Apakah sebelum hari raya tersebut?

Jawabannya: tidak!

Saat terbaik untuk membeli produk-produk hari raya adalah setelah hari raya itu berakhir/lewat. Karena biasanya barang-barang tersebut akan diobral karena musimnya sudah terlewati. Saat itulah kita bisa membeli barang-barang tersebut dengan harga miring dan dipersiapkan untuk lebaran tahun mendatang.

4. Memakai kembali baju baju lebaran yang pernah dipakai tahun lalu.

Jika kita ingin menghemat, ada baiknya memakai baju baju lebaran yang pernah kita pakai tahun yang lalu.

Biasanya orang akan lupa atau malah sebenarnya tidak peduli dengan pakaian apa yang kita pakai di tahun-tahun sebelumnya.

5. Silahturahmi virtual

Karena masih pandemi, maka pemerintah membuat larangan untuk mudik atau pulang ke kampung halaman.

Hal ini justru menguntungkan karena kita jadi bisa menghemat biaya transportasi (tiket pesawat, kereta api, bus, dll) yang biasanya mengalami kenaikan drastis setiap jelang lebaran.

Sebagai gantinya, adakan silahturahmi virtual melalui sarana komunikasi yang sekarang ini sudah lazim digunakan.

Selamat menjalankan Ibadah puasa dan selamat menyambut hari kemenangan Idul Fitri!

Receh Tips: Dapat Duit, Bonusnya Sehat

Ditulis oleh Irene Anwar

Siapa sih yang tidak suka dengan bubble tea? Atau teh kemasan botol yang dingin segar? Atau bisa juga minuman bersoda yang bikin badan langsung segar ceria jika lagi suntuk di kampus atau di kantor?

Musim panas sebentar lagi akan dimulai dan biasanya kita akan cenderung suka membeli minuman dingin yang manis. Bikin segar, enak, nyaman banget rasanya. Tanpa kita sadari kita sudah sangat terbiasa nyaman dengan minuman dingin manis tersebut. Tanpa menikmati minuman ini seperti ada yang kurang dan kita menjadi galau gelisah.

Apalagi kini minuman dingin manis itu bisa didapatkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan mudah kita melupakan pos pengeluaran untuk jajan minuman tersebut. “Ah, cuma 10 ribu, murahlah”, atau “Bubble tea 25 ribu mah murah, memang rata-rata segitu harganya…” Apa benar?

Memang minuman itu tidak begitu mahal, tetapi harus diingat seberapa sering kamu mengkonsumsinya. Nah, mulai kepikiran, kan?

Tahukah kamu kalau bisa dengan mudah mendapatkan 500 ribu uang ekstra hanya dengan mengganti minuman manis kesukaan dengan air putih yang dibawa dari rumah?

Yuk kita hitung bareng-bareng!

Misalnya harga teh dingin manis yang biasa kamu beli adalah 6 ribu dan kamu membelinya hampir setiap hari.

Total konsumsi 20 kali dalam sebulan

Total 1 bulan = 20 x 6 rb = 120 rb

Total 6 bulan = 6 x 120 rb = 720 rb

Total 1 tahun = 12 x 120 rb = 1,44 jt

Coba perhatikan, dalam 6 bulan kamu sebenarnya sudah mendapatkan 720 ribu rupiah uang tambahan!

Misalnya lagi, kamu beli bubble tea 2-3 kali dalam satu minggu:

Total konsumsi kira-kira mencapai 10 kali dalam sebulan

Total 1 bulan = 10 x 25 rb = 250 rb

Total 6 bulan = 6 x 250 rb = 1,5 jt

Total 1 tahun = 12 x 250 rb = 3 jt

Lebih dahsyat lagi kan, karena dalam 6 bulan kamu sudah mendapatkan uang tambahan 1,5 jt rupiah! Itu berarti dalam 1 tahun kamu bisa mendapatkan 3 juta rupiah!

Lalu kamu bisa membeli tumbler yang tahan dingin seharga 100-150 ribu rupiah. Bawa tumbler ini kemana pun dan isi dengan air putih ditambah es batu. Lama kelamaan kamu akan terbiasa minum air putih dan tidak akan lagi craving for minuman dingin manis.

Seperti kata pepatah: sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, dengan cara ini kamu tidak hanya dapat uang tambahan tapi juga pastinya akan lebih sehat dan dijamin berat badan terjaga. Uang yang terkumpul bisa untuk keperluan lain yang lebih penting atau diinvestasikan untuk keperluan masa depan.

Yuk, mari berhemat dan lebih sehat!

Salam Cuan!

Hemat dan Bijak di Hari Valentine

Februari adalah bulan yang identik dengan suasana romantis penuh cinta dan kasih sayang, terutama karena setiap tanggal 14 Februari dirayakan sebagai Valentine’s Day atau hari kasih sayang.

Valentine’s day and money business concept

Banyak hadiah yang ditujukan kepada kepada pasangan yang sedang dimabuk asmara berupa coklat dan bunga sebagai lambang kasih sayang. Pokoknya menjelang 14 Februari, harga berbagai jenis bunga, coklat dan boneka menjadi naik drastis mengikuti hukum demand & supply.

Sobat Pundi apakah ikut merayakannya dan mempersiapkan kejutan bagi seseorang? Mari kita simak cara bijak untuk merayakan hari kasih sayang ini:

  1. Memasak bersama di rumah.

Pasti para pria/suami ingin memberi sesuatu yang spesial buat pasangan atau pacarnya dengan membawa mereka ke restoran terbaik yang mewah dengan konsep fine dining atau restoran cepat saji yang tidak biasa. Selain mahal, biasanya juga harus antri panjang karena banyaknya pasangan yang ingin merayakan hari kasih sayang di situ juga.

Mungkin Sobat Pundi bisa mempertimbangkan untuk masak bersama di rumah, lho! Selain lebih ramah di kantong juga lebih romantis dan jauh dari hiruk pikuk yang tentu membuat komunikasi lebih lancar dan nyaman. Menu bisa dibicarakan bersama, belanja bersama, memasak bersama, dan makan bersama. Bahkan bisa cuci piring bersama, duh romantisnya!

2. Cari restoran yang ada paket 1 on 1 atau promo kartu kredit

Kalaupun Sobat Pundi ngebet ingin makan cara ngedate di Restoran, carilah restoran yang ada paket promo beli 1 dapat 1 atau promosi diskon kartu kredit. Jadi tetap mesra di restoran dan mesra di tagihan, bukan?

3. Membuat sendiri hadiah dan kartu ucapan

Dari pada bingung mau kasih kado apa, Sobat Pundi bisa membuat sendiri hadiah atau kartu ucapan untuk si doi. Sentuhannya bakalan lebih personal, tentu juga lebih murah. Hadiah yang dibuat dengan tangan sendiri walau pun simpel dan sederhana biasanya jauh lebih bernilai kenangan romantis dari pada hadiah yang dibeli di toko. Coba deh!

4. Memberi hadiah dalam bentuk sarana investasi

Ada pilihan hadiah yang lebih “out of the box” dan lebih praktis dibanding dengan hadiah bunga atau coklat. Kita bisa membelikan hadiah dalam bentuk salah satu sarana investasi, misal tabungan emas, saham blue chip atau saham saham perusahaan di US. Berhubung kepemilikan sarana investasi adalah untuk perseorangan, kita bisa memberi uang ke pasangan kita untuk diinvesasikan di saham. Seru kan?

Bunga bisa layu dalam seminggu, coklat bisa habis atau juga kadaluwarsa, tapi saham yang bagus nilainya bisa bertambah dari tahun ke tahun. Selain itu, hadiah ini bisa menjadi sarana untuk mempersiapkan hari depan bersama. Jadi tidak sabar untuk meminang si dia, nih!

5. Membeli bunga atau produk valentine’s day setelah lewat masanya

Tips ini berlaku untuk hari besar atau musim perayaan apa saja. Biasanya setelah hari-H nya lewat, harganya bisa turun atau paling tidak ada banyak diskonnya. Bisa dicoba untuk berkompromi dengan pasanganmu, kamu akan membelikan bunga atau boneka Valentine’s di tanggal 15 Februari. Bulan kasih sayang berlaku sepanjang bulan Februari, bukan?

6. Nonton bareng di rumah

Valentine’s date tidak lengkap tanpa acara nonton bioskop bareng. Tapi biasanya di hari itu bioskop penuh. Apalagi di masa pandemi begini, bioskop tutup. Bagaimana kalau nonton Netflix atau drama Korea bareng di rumah saja? Tetap romantis, pengalaman yang baru dan menarik serta hemat, bukan?

Sobat Pundi, bukan berarti kita menjadi lebih pelit bagi pasangan, tetapi semua hal ini menjadikan kita lebih disiplin dalam mengelola keuangan, apalagi di masa pandemi yang menuntut kepatuhan pada protokol kesehatan.

Mungkin Sobat Pundi punya tips lainnya yang bisa dibagikan soal pengelolaan keuangan dan investasi? Komen di media sosial Pundi Refeh ya!

Salam Cuan!

Mengelola Uang Angpao

Kurang dari seminggu kita akan merayakan Imlek atau Chinese New Year yang biasanya adalah hari yang sangat dinanti-nantikan karena bisa bertemu dengan sanak saudara serta keluarga besar dan bisa mendapatkan angpao dari orang yang lebih tua dari kita, baik yang kita kenal atau terkadang yang tidak kita kenal. Wah asyiknya!

Kadang-kadang, jika sedang rejeki, kita bisa mendapat angpao yang jumlahnya melebihi pendapatan sebulan kita, rasanya seperti kita mendapat durian runtuh! Saking begitu banyaknya uang angpao, sampai kita bingung mau dibuat apa nanti. Biasanya kita mulai berpikir untuk membelanjakan atau menghambur-hamburkan uang ini sampai habis lalu kita kembali ke dunia nyata yang setiap bulan terjebak dalam kondisi mepet sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan. Hati-hati, bis ajadi harus sampai gali lubang tutup lubang untuk melunasi pengeluaran harian atau membayar hutang-hutang kita. Wah bahaya…

Apakah ada cara bijak untuk mengelola uang angpao yang telah kita dapat?

Ada dua pilihan, tergantung dari kondisi keuangan kita:

Pilihan 1 (khusus bagi yang punya hutang)
40% untuk bayar hutang
20% untuk dana darurat, mencapai target 6 bulan pengeluaran
20% untuk menabung dengan tujuan short/ mid term goal (Liburan, biaya kuliah, beli laptop, motor)
20% untuk investasi

Pilihan 2 (bagi yang tidak memiliki hutang)
40% untuk dana darurat, mencapai target 6 bulan pengeluaran
20% untuk menabung dengan tujuan short/ mid term goal (Liburan, biaya kuliah, beli laptop, motor)
20% untuk investasi
20% untuk guilt free spending – bebas buat beli apa saja yang kita mau.

Kembali ke soal pilihan tentunya berada pada keputusan Sobat Pundi sekalian.

Selamat Tahun Baru Imlek dan selamat berlibur! Salam Cuan!

AC Rusak dan Emergency Fund

Postingan agak panjang, waktu baca 8-10 menit.

Setelah 8 tahun memberi kesejukan udara di rumah, akhirnya AC bermerek LG itu melemah dan terpaksa diganti yang baru. Kemungkinan besar kerusakannya dari PCB yang ada di kompresornya dan jika diganti PCB mesti bayar SGD 800 an dan itu pun mungkin tidak bertahan lama.

Di Gain City, harga 4 unit AC sekitar SGD 4,000 (rata rata). Bisakah dibayar secara dicicil? Ternyata kalau membeli lewat online, bayarnya menggunakan Fave Pay (credit card) atau Cash Paynow.

Agar tidak rugi, saya bertransaksi dengan Fave Pay agar mendapatkan cash back SGD 84 untuk transaksi berikutnya. Dan ada credit card 1.5% cash back dengan Standard Chartered Unlimited Credit Card.

Ya benar, Emergency Fund sungguh sangat berguna disaat-saat seperti ini. Akan lebih baik jika kita menyediakan cash sebesar 6 bulan pengeluaran regular untuk hal-hal yang terjadi secara tidak direncanakan.

Di samping itu, saya juga berpikir jika dalam 8 tahun kita bakal beli AC atau tiap 3 tahun pasti beli mesin cuci, sebaiknya kita menabung untuk pengeluaran yang kita sudah tahu bakal terjadi di waktu yang akan datang.

Di manakah sebaiknya menyimpan Emergency Cash? Terkadang rasanya sayang kalau ada uang yang nganggur tersimpan dengan bunga sedikit. Padahal amat penting kalau kita butuh mendadak, uang ini harus:

1. Mudah dilikuidasi

2. Nilai yang dilikuidasi tidak lebih rendah dari pada nilai yang kita simpan.

Sebaiknya jangan berinvestasi ke stock market yang rentan berubah nilainya, demi menghindari saat kita butuh uang tapi terpaksa menjual aset investasi kita yang sedang merugi. Sebaiknya diinvestasikan di money market, fix deposit, sertifikat berjangka pemerintah (di Singapura ada Singapore Saving Bond) atau promosi yang ditawarkan di bank, seperti DBS Multiplier atau UOB One Account.

Saya sendiri menyimpan uang untuk emergency fund di Stashaway Simple, yang mereka investasikan di Money Market tanpa pengenaan biaya apapun, dengan bunga kira-kira 1.9% pertahun. Not bad. Dan tentunya harus bisa diuangkan kapanpun, bukan?

Singapore Saving Bond mempunyai step up interest, jadi makin lama jangka waktunya akan makin tinggi bunga yang di dapat. Kita bisa investasi minimum kelipatan SGD 500 dan ada biaya SGD 2. Detailnya bisa dicermati di websitenya langsung: https://www.mas.gov.sg/bonds-and-bills/Singapore-Savings-Bonds

DBS Multiplier atau UOB One account meminta syarat-syarat yang harus dipenuhi seperti harus giro untuk bayar bill dengan credit card bank tersebut, lalu harus punya investasi di bank itu, juga harus belanja dengan credit card bank itu dengan minimum pembayaran sekian SGD. dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya, emergency fund penting untuk hal-hal yang tidak kita sangka terjadi. Walaupun untungnya kecil, yang penting bisa diambil/dicairkan kapan pun dan tidak merugi saat diambil (low risk)

Semoga berguna!

====================================

A/C is not cool.. But the emergency fund saves it!

Long post-8-10 mins read.

After 8 years giving cool air at home, finally the A/C weakened and begged for retirement. Most probably the damage came from the PCB in the compressor, and PCB was to be changed, it costs SGD 800, and it would not last long.

At Gain City, the average cost of 4 units of A/C is SGD 4,000. Can it be paid in instalments? Apparently, if we buy it online, we have to use Fave Pay (credit card) or Cash Paynow.

To avoid any loss, I pay it with Fave Pay so I can get cashback SGD 84 for my next transaction. Plus, there is also 1.5% credit card cashback with Standard Chartered Unlimited Credit Card.

Yup, Emergency Fund is indeed useful at times like this. It is better to prepare the fund in the amount of 6 months regular expense for any unexpected things. Aside from that, I start thinking that if in 8 years I would have needed to buy a new A/C or a new washing machine every 3 years, I would decide to save for the expenses that we know we will take out in the future.

So, where should we keep our emergency fund safely? Too bad that I leave my savings with small interests. In fact, when an accident happens, this fund should be:

  1. Easy to liquidate;
  2. The liquidated amount is not lower than the total amount of our savings.

I suggest not to invest in stock markets that tend to change in amount, to avoid an ugly fact-selling your asset when you are losing already. There are so many more options: money market, fixed deposit, government’s futures certificate (in Singapore, there is one place called Singapore Saving Bond) or any promotion that is on the offer by a bank, like DBS Multiplier or UOB One Account.

I also save my money for an emergency fund in Stashaway Simple, where they invest in Money Market without any charge, with 1.9% interest annually. Not bad. And it certainly can be liquidated anytime, right?

Singapore Saving Bond has step up interest, so the longer the period, the bigger interest we get. We can invest our money in a minimum amount of multiples of SGD 500 and the fee is SGD 2. You can check the details in the link below:

https://www.mas.gov.sg/bonds-and-bills/Singapore-Savings-Bonds

DBS Multiplier or UOB One Account require some terms and conditions that you need to fulfill, for example: gyro to bill payment with their credit card, an investment in that bank, shopping payment using their credit card with minimum payment of xxx SGD, etc.

So in conclusion, an emergency fund is essential to any unexpected incident. You might have a small interest, but at least you can liquidate the fund anytime and it is also a low risk.

See you in our next post!

Adakah Plan B dalam hidupmu?

Seminggu yang lalu sebelum libur CNY, saya ikut serta dalam sebuah seminar tentang Plan B, yang diadakan oleh StashAway, robo investment company, dimana kita bisa berinvestasi dengan risk level tertentu sesuai dengan yang kita mau. Algorithm Roboinvestment nantinya akan mengalokasikan investasi sesuai dengan keadaan ekonomi, risk level yang kita masukan dan lain sebagainya.

Berhubung seminar ini mengenai plan B, sebelumnya apakah plan A-nya? Plan A adalah rencana utama kita dalam hidup, seperti rencana travelling, memiliki property, punya anak, pensiun, juga charity. Semua plan atau goal itu tergantung kepada kita sendiri, waktu yang kita miliki dan seberapa disiplinnya kita untuk mencapai tujuan tersebut. Di samping itu ada beberapa hal yang mungkin menghalangi kita dalam mencapai tujuan tersebut, seperti:

1. Ketidakdisiplinan kita menerapkan cash management seperti gagal memprioritaskan penge;luaran

2. Kehilangan pekerjaan/penghasilan secara tiba-tiba

3. Punya banyak anak, walau banyak anak banyak rejeki kata orang dulu, tapi sejatinya akan banyak pengeluaran

4. Sakit yang membuat kita tidak bisa produktif lagi

5. Kematian

Supaya Plan A kita tetap dapat berjalan lancar jaya tanpa hambatan, maka kita perlu mempersiapkan Plan B.

Plan B ini diantaranya adalah:

1. Emergency fund.

Emergency fund atau dana darurat berguna sebagai likuiditas jika ada hal-hal yang terjadi mendadak atau tidak diinginkan. Seperti kita sedia stok mie instan dalam jumlah banyak sebelum banjir datang karena payung sudah tidak berguna lagi jika sudah terjadi banjir. Jika terjadi ada anggota keluarga yang sakit atau kita kehilangan pekerjaan, maka kita tidak perlu menjual investasi kita yang mungkin sedang rugi untuk menutup kebutuhan yang terjadi tiba-tiba ini.

Lalu seberapa besar emergency fund? Rule of thumb sekitar 6 bulan pengeluaran reguler. Misalnya pengeluaran sebulan SGD 3,000 atau misal Rp 10 juta sebulan, dikalikan 6 menjadi SGD 18,000 atau 60 juta. Paling tidak kita masih punya 6 bulan dana cadangan jika kita kehilangan pekerjaan/penghasilan.

Jumlah tersebut hanya sebagai perkiraan, tergantung seberapa stabilnya pekerjaan kita dan seberapa gantengnya kita di mata boss. Kalau pekerjaan kita sales yang biasanya commission based mungkin penghasilan kita tidak terlalu stabil karena bisa saja terjadi missed target atau bisa juga komisi berkurang. Dibanding pekerjaan sebagai pegawai negeri atau pekerjaan dengan penghasilan bulanan tetap, pekerjaan sales ini mungkin diperlukan 10 sampai 12 bulan pengeluaran regular.

2. Proteksi

Bukan berarti kita menyewa body guard atau tukang pukul, tetapi proteksi di saat kita sakit keras (critical illness), disability atau kematian berupa asuransi.

Ada 3 macam tipe asuransi menurut tujuannya

a. Replacement insurance, asuransi ini untuk mengganti pemasukan kita yang hilang akibat total permanent disability, long term disability, atau critical illness. Terutama jika keluarga hanya bergantung kepada penghasilan kita.

b. Investment insurance, asuransi ini bertujuan untuk investasi jangka panjang seperti Endowment Plan, investment link policy (ILP) atau life insurance yang mempunyai money value (Whole Life).

c. Legacy insurance, asuransi ini mirip dengan replacement insurance tapi asuransi ini ditujukan untuk warisan jika kita mengalami kematian (atau terminal illness).

Rule of thumb: asuransi yang hybrid atau campuran cenderung tidak terlalu menguntungkan dibanding asuransi yang fokus ke salah satu tipe investasi. Sangat disarankan untuk menghindari Investment link policy karena preminya bakal terbagi dua antara investasi dan asuransi. Di samping itu premi asuransi akan semakin mahal seiring bertambahnya usia kita dan persentase premi untuk investasi juga bakal berkurang.

Term Life Insurance

Ada pepatah di dunia persilatan investasi, buy term invest the rest. Berhubung Term Life asuransi preminya lebih murah dibanding Whole Life insurance, maka kita lebih baik membeli term plan dan invest sisanya. Kecuali kita memang tidak mau pusing memikirkan bagaimana cara kita investasi dan tidak punya disiplin untuk menyisihkan uang yang disimpan dari membeli term plan. Buy term dan shop the rest. Kalau anda masuk dalam kategori ini, mungkin anda bisa mulai bertanya pada agen-agen terdekat di sekitar tentang rekomendasi mereka.

3. Estate plan

Sebuah rencana untuk meneruskan harta yang kita simpan untuk generasi selanjutnya. Di Singapura ada 2 tipe yang harus kita siapkan:

a. Will, bukan wanita idaman lain lain lho! Tapi surat wasiat. Persiapkan diri untuk menghadap ke notaris, bayar sekitar SGD 200 untuk membuat template yang simpel. Jika ada tambahan klausa-klausa lain yang rumit, bakal ada biaya tambahannya.

b. CPF nomination.

Ini penting karena CPF kita tidak termasuk dalam Will, jadi jika terjadi sesuatu, will yang kita siapkan tidak bisa menyentuh CPF kita. CPF nomination sangat simpel dan gratis. bahkan bisa dilakukan secara online juga dengan menghadirkan 2 orang saksi, NRIC-nya, alamat email dan nomer telepon.

Mengapa harus ada WIll atau CPF Nomination?

Jika tidak ada dua surat tersebut, bakal ada probate dimana aset kita dibekukan dahulu, menunggu keputusan pengadilan yang membutuhkan paling cepat 3 bulan.

Untuk menghindari perselisihan antara anggota keluarga, lebih baik kita siapkan WIll dan CPF nomination ini. Jika nantinya kita berubah pikiran, toh bisa membuat lagi.

Selamat merencanakan keuangan anda, lengkapi plan A dengan plan B ya!

===============================

Plan Your B Strategy!

A week before Chinese New Year 2020, I attended this seminar about Plan B, held by StashAway. StashAway is a robo investment company, which allows us to invest with a certain level of risk according to how we want it.

This algorithm Roboinvestment will allocate the investment by adjusting our economic situation, the risk level that we submit and etc.

However, there is also a plan A as a starter. Plan A is our main plan in life, e.g. travelling, property, having kids, retirement plan, and charity. All these plans and goals depend on us, the time we have and how disciplined we are to achieve that purpose. Aside from that, there are also some barriers, for example:

–          Indiscipline to manage the cash flow; fail to prioritize needs and desires;

–          Sudden layoffs;

–          Have one too many children (“more children more fortune” is a life-role phrase. The fact is, more children = more expenses.);

–          An illness that caused unproductivity;

–          Death.

In order to keep the Plan A going smoothly, we need to prepare a Plan B. Here are some Plan Bs:

1.       Emergency fund.

Emergency fund is advantageous for liquidity if an accident happens. Simply keep Indomie as a food stock emergency before our house is flooded, because umbrellas are no longer useful. If one of our family members were sick or we lost our job, we would not need to sell our investment (probably making a loss) to cover up the accident.

Then, how much is the emergency fund? The rule of thumb, around 6 months from regular expenses. For example, 1 month’s expenses is SGD 3,000 or Rp10 million, multiply it with 6, equals to SGD 18,000 or Rp 60 millions. So at least we have 6 months of emergency fund if we were laid off.

The amount above is an estimation. This depends on how stable our job is and you’re lucky if you’re pretty. For example, if you were a salesman, your income would come from your commission, and probably your target was not achieved so your commission would be reduced. Compared to an office worker with stable income, a salesman might need 10-12 months of regular expenses.

2. Protection.

No bodyguard is hired here-this means a protection when we have critical illness, disability or deaths, in the shape of insurance.

There are 3 insurance types based on the purpose:

  1. Replacement insurance. This insurance is to change our lost income caused by permanent disability, long term disability, or critical illness. Especially if our role is the backbone in the family.
  2. Investment Insurance. This insurance is for long-term investment, such as endowment plan, investment link policy (ILP) or life insurance that holds money value (whole life).
  3. Legacy insurance. Similar to replacement insurance, but this insurance is intended for legacy for death or terminal illness.

Rule of thumb: hybrid insurance tends to be less profitable than insurance that focuses on one type of investment. I strongly recommend avoiding link policy investment because the insurance premium will be divided into two; investment and insurance. Aside from that, insurance premiums will be getting more expensive as we get older and insurance premium percentage for investment will also be reduced.

  1. Term life insurance. Here is one saying in the investment world: buy the term; invest the rest. Term life insurance has cheaper insurance premium than whole life insurance, it is better to buy the term plan and invest the remaining. Unless we want to be worry-less on how we should invest and indiscipline to set aside the fund from buying the term plan, buy term and shop the rest. If you are qualified in this category, you can ask recommendations to the nearest agents around you.

3. Estate plan.

A plan to pass the treasure to our next generation. In Singapore, there are 2 types of plan that we should prepare:

  1. A will. I strongly suggest notarizing this will. An SGD 200 would not hurt to document a simple template. But yes, the more complicated, the more additional cost.
  2. CPF nomination. This is essential because our CPF is not included in the Will. So if anything happens, the Will will not touch our CPF. CPF nomination is simple and most importantly, free. It can be done online by attending 2 witnesses, NRIC, addresses and phone number.

Why Will or CPF nomination is important?

If those 2 deeds are unavailable, there would be a probate where our assets are frozen, and to redeem them, we need to wait 3 months for the court decision.

Also, to avoid any dispute in the family, it is better to prepare a Will and CPF nomination. It’s alright to change your mind, you can always create it all over again.

Good luck planning your financial, don’t forget the A and B!

(translated by Kara)