Seminggu yang lalu sebelum libur CNY, saya ikut serta dalam sebuah seminar tentang Plan B, yang diadakan oleh StashAway, robo investment company, dimana kita bisa berinvestasi dengan risk level tertentu sesuai dengan yang kita mau. Algorithm Roboinvestment nantinya akan mengalokasikan investasi sesuai dengan keadaan ekonomi, risk level yang kita masukan dan lain sebagainya.
Berhubung seminar ini mengenai plan B, sebelumnya apakah plan A-nya? Plan A adalah rencana utama kita dalam hidup, seperti rencana travelling, memiliki property, punya anak, pensiun, juga charity. Semua plan atau goal itu tergantung kepada kita sendiri, waktu yang kita miliki dan seberapa disiplinnya kita untuk mencapai tujuan tersebut. Di samping itu ada beberapa hal yang mungkin menghalangi kita dalam mencapai tujuan tersebut, seperti:
1. Ketidakdisiplinan kita menerapkan cash management seperti gagal memprioritaskan penge;luaran
2. Kehilangan pekerjaan/penghasilan secara tiba-tiba
3. Punya banyak anak, walau banyak anak banyak rejeki kata orang dulu, tapi sejatinya akan banyak pengeluaran
4. Sakit yang membuat kita tidak bisa produktif lagi
5. Kematian
Supaya Plan A kita tetap dapat berjalan lancar jaya tanpa hambatan, maka kita perlu mempersiapkan Plan B.
Plan B ini diantaranya adalah:
1. Emergency fund.
Emergency fund atau dana darurat berguna sebagai likuiditas jika ada hal-hal yang terjadi mendadak atau tidak diinginkan. Seperti kita sedia stok mie instan dalam jumlah banyak sebelum banjir datang karena payung sudah tidak berguna lagi jika sudah terjadi banjir. Jika terjadi ada anggota keluarga yang sakit atau kita kehilangan pekerjaan, maka kita tidak perlu menjual investasi kita yang mungkin sedang rugi untuk menutup kebutuhan yang terjadi tiba-tiba ini.
Lalu seberapa besar emergency fund? Rule of thumb sekitar 6 bulan pengeluaran reguler. Misalnya pengeluaran sebulan SGD 3,000 atau misal Rp 10 juta sebulan, dikalikan 6 menjadi SGD 18,000 atau 60 juta. Paling tidak kita masih punya 6 bulan dana cadangan jika kita kehilangan pekerjaan/penghasilan.
Jumlah tersebut hanya sebagai perkiraan, tergantung seberapa stabilnya pekerjaan kita dan seberapa gantengnya kita di mata boss. Kalau pekerjaan kita sales yang biasanya commission based mungkin penghasilan kita tidak terlalu stabil karena bisa saja terjadi missed target atau bisa juga komisi berkurang. Dibanding pekerjaan sebagai pegawai negeri atau pekerjaan dengan penghasilan bulanan tetap, pekerjaan sales ini mungkin diperlukan 10 sampai 12 bulan pengeluaran regular.
2. Proteksi
Bukan berarti kita menyewa body guard atau tukang pukul, tetapi proteksi di saat kita sakit keras (critical illness), disability atau kematian berupa asuransi.
Ada 3 macam tipe asuransi menurut tujuannya
a. Replacement insurance, asuransi ini untuk mengganti pemasukan kita yang hilang akibat total permanent disability, long term disability, atau critical illness. Terutama jika keluarga hanya bergantung kepada penghasilan kita.
b. Investment insurance, asuransi ini bertujuan untuk investasi jangka panjang seperti Endowment Plan, investment link policy (ILP) atau life insurance yang mempunyai money value (Whole Life).
c. Legacy insurance, asuransi ini mirip dengan replacement insurance tapi asuransi ini ditujukan untuk warisan jika kita mengalami kematian (atau terminal illness).
Rule of thumb: asuransi yang hybrid atau campuran cenderung tidak terlalu menguntungkan dibanding asuransi yang fokus ke salah satu tipe investasi. Sangat disarankan untuk menghindari Investment link policy karena preminya bakal terbagi dua antara investasi dan asuransi. Di samping itu premi asuransi akan semakin mahal seiring bertambahnya usia kita dan persentase premi untuk investasi juga bakal berkurang.
Term Life Insurance
Ada pepatah di dunia persilatan investasi, buy term invest the rest. Berhubung Term Life asuransi preminya lebih murah dibanding Whole Life insurance, maka kita lebih baik membeli term plan dan invest sisanya. Kecuali kita memang tidak mau pusing memikirkan bagaimana cara kita investasi dan tidak punya disiplin untuk menyisihkan uang yang disimpan dari membeli term plan. Buy term dan shop the rest. Kalau anda masuk dalam kategori ini, mungkin anda bisa mulai bertanya pada agen-agen terdekat di sekitar tentang rekomendasi mereka.
3. Estate plan
Sebuah rencana untuk meneruskan harta yang kita simpan untuk generasi selanjutnya. Di Singapura ada 2 tipe yang harus kita siapkan:
a. Will, bukan wanita idaman lain lain lho! Tapi surat wasiat. Persiapkan diri untuk menghadap ke notaris, bayar sekitar SGD 200 untuk membuat template yang simpel. Jika ada tambahan klausa-klausa lain yang rumit, bakal ada biaya tambahannya.
b. CPF nomination.
Ini penting karena CPF kita tidak termasuk dalam Will, jadi jika terjadi sesuatu, will yang kita siapkan tidak bisa menyentuh CPF kita. CPF nomination sangat simpel dan gratis. bahkan bisa dilakukan secara online juga dengan menghadirkan 2 orang saksi, NRIC-nya, alamat email dan nomer telepon.
Mengapa harus ada WIll atau CPF Nomination?
Jika tidak ada dua surat tersebut, bakal ada probate dimana aset kita dibekukan dahulu, menunggu keputusan pengadilan yang membutuhkan paling cepat 3 bulan.
Untuk menghindari perselisihan antara anggota keluarga, lebih baik kita siapkan WIll dan CPF nomination ini. Jika nantinya kita berubah pikiran, toh bisa membuat lagi.
Selamat merencanakan keuangan anda, lengkapi plan A dengan plan B ya!
===============================
Plan Your B Strategy!
A week before Chinese New Year 2020, I attended this seminar about Plan B, held by StashAway. StashAway is a robo investment company, which allows us to invest with a certain level of risk according to how we want it.
This algorithm Roboinvestment will allocate the investment by adjusting our economic situation, the risk level that we submit and etc.
However, there is also a plan A as a starter. Plan A is our main plan in life, e.g. travelling, property, having kids, retirement plan, and charity. All these plans and goals depend on us, the time we have and how disciplined we are to achieve that purpose. Aside from that, there are also some barriers, for example:
– Indiscipline to manage the cash flow; fail to prioritize needs and desires;
– Sudden layoffs;
– Have one too many children (“more children more fortune” is a life-role phrase. The fact is, more children = more expenses.);
– An illness that caused unproductivity;
– Death.
In order to keep the Plan A going smoothly, we need to prepare a Plan B. Here are some Plan Bs:
1. Emergency fund.
Emergency fund is advantageous for liquidity if an accident happens. Simply keep Indomie as a food stock emergency before our house is flooded, because umbrellas are no longer useful. If one of our family members were sick or we lost our job, we would not need to sell our investment (probably making a loss) to cover up the accident.
Then, how much is the emergency fund? The rule of thumb, around 6 months from regular expenses. For example, 1 month’s expenses is SGD 3,000 or Rp10 million, multiply it with 6, equals to SGD 18,000 or Rp 60 millions. So at least we have 6 months of emergency fund if we were laid off.
The amount above is an estimation. This depends on how stable our job is and you’re lucky if you’re pretty. For example, if you were a salesman, your income would come from your commission, and probably your target was not achieved so your commission would be reduced. Compared to an office worker with stable income, a salesman might need 10-12 months of regular expenses.
2. Protection.
No bodyguard is hired here-this means a protection when we have critical illness, disability or deaths, in the shape of insurance.
There are 3 insurance types based on the purpose:
- Replacement insurance. This insurance is to change our lost income caused by permanent disability, long term disability, or critical illness. Especially if our role is the backbone in the family.
- Investment Insurance. This insurance is for long-term investment, such as endowment plan, investment link policy (ILP) or life insurance that holds money value (whole life).
- Legacy insurance. Similar to replacement insurance, but this insurance is intended for legacy for death or terminal illness.
Rule of thumb: hybrid insurance tends to be less profitable than insurance that focuses on one type of investment. I strongly recommend avoiding link policy investment because the insurance premium will be divided into two; investment and insurance. Aside from that, insurance premiums will be getting more expensive as we get older and insurance premium percentage for investment will also be reduced.
- Term life insurance. Here is one saying in the investment world: buy the term; invest the rest. Term life insurance has cheaper insurance premium than whole life insurance, it is better to buy the term plan and invest the remaining. Unless we want to be worry-less on how we should invest and indiscipline to set aside the fund from buying the term plan, buy term and shop the rest. If you are qualified in this category, you can ask recommendations to the nearest agents around you.
3. Estate plan.
A plan to pass the treasure to our next generation. In Singapore, there are 2 types of plan that we should prepare:
- A will. I strongly suggest notarizing this will. An SGD 200 would not hurt to document a simple template. But yes, the more complicated, the more additional cost.
- CPF nomination. This is essential because our CPF is not included in the Will. So if anything happens, the Will will not touch our CPF. CPF nomination is simple and most importantly, free. It can be done online by attending 2 witnesses, NRIC, addresses and phone number.
Why Will or CPF nomination is important?
If those 2 deeds are unavailable, there would be a probate where our assets are frozen, and to redeem them, we need to wait 3 months for the court decision.
Also, to avoid any dispute in the family, it is better to prepare a Will and CPF nomination. It’s alright to change your mind, you can always create it all over again.
Good luck planning your financial, don’t forget the A and B!
(translated by Kara)